RSS

Penggunaan Awalan "di-"

Akhir-akhir ini ketika saya memasuki sebuah rumah makan, saya merasa sedikit terganggu dengan papan yang tergantung di kaca jendela rumah makan tersebut. Tidak, papan itu tidak mengganggu pandangan saya untuk melihat keadaan di dalam rumah makan. Akan tetapi tulisan yang ada di papan itulah yang mengganggu salah satu sudut di hati saya hingga akhirnya saya bawa ke pikiran saya.

Isi dari papan tersebut adalah "Helm harap di bawa masuk".

Sekilas kalimat itu terlihat biasa saja, bahkan sama sekali tidak berpotensi untuk mengganggu pikiran seseorang. Akan tetapi, coba lihat di tengah kalimat itu. Kata "dibawa" yang seharusnya digandeng malah dipisah. Masalah, bukan?! "Bawa" bukanlah sebuah kata tempat, jadi kata itu tidak boleh digandeng dengan awalan di- seperti yang saya kutip di atas itu.

Yah, mungkin hal ini masih bisa ditoleransi. Mungkin saja sang penulis sedang terburu-buru menuliskan himbauan itu sampai-sampai tidak memperhatikan EYD. Ya, mungkin saja seperti itu. Akan tetapi, lain halnya jika hal ini terjadi di sebuah buku yang sudah terbit.

Karena kenyataannya, saya pernah menemukan sebuah buku yang beberapa kalimatnya tidak sesuai dengan EYD.

Pertanyaannya: mengapa hal ini bisa terjadi?
Kesalahan pengetikan?
Dikejar deadline sehingga tidak sempat menyunting?

Oke lah. Apapun alasannya, penulisan menurut EYD tetaplah penting. Awalan di- memang simple, tapi tidak untuk disepelekan penggunaannya.

Akhir kata, semoga tulisan ini bisa bermanfaat... Sesungguhnya saya juga masih mempelajari tentang penggunaan EYD. Jadi, jika ada kalimat yang salah, tolong diingatkan. :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar